Home
Artikel
Pendidikan
SMK Negeri 1 Rejang Lebong ditunjuk sebagai Pusat Belajar PDB

SMK Negeri 1 Rejang Lebong ditunjuk sebagai Pusat Belajar PDB

SMK Negeri 1 Rejang Lebong ditunjuk sebagai Pusat Belajar PDB

Rabu, 31 Agustus 2022, SMK Negeri 1 Rejang Lebong berhasil meraih prestasi sebagai tuan rumah Pameran Keliling Museum Negeri Bengkulu. Namun, keberhasilan tersebut tidak berhenti di situ. Sekolah ini kemudian menjadi Pusat Belajar Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk SMK se-provinsi Bengkulu. Sebuah workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan merancang program kegiatan sekolah diawali dari membaca data digelar di aula sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah dan Operator sekolah untuk Raport Pendidikan, dengan dukungan dari Program Kemendikbudristek. Penyelenggara sekaligus narasumber kegiatan berasal dari Balai Besar Pengembangan & Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Mesin dan Teknik Industri (BMTI) Bandung, Jawa Barat.

Acara tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Ibu Inne Kristanti, S.P, M.Si, selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Curup. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Sabirin Absah, M.Pd selaku Kasubag TU Cabdin, dan Kasi SMK Bapak Amdaryani, M.Pd, serta 15 Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah dan 15 operator sekolah dari beberapa kabupaten se-provinsi Bengkulu. Dalam sambutannya, Ibu Inne Kristanti menekankan pentingnya workshop PBD ini bagi setiap sekolah untuk merancang program kegiatan yang tepat guna meningkatkan kualitas pendidikan, yang akan tercermin dalam raport pendidikan.

Bapak Hendra Widiana, ST, M.Pd, selaku narasumber dari BBPPMPV BMTI Bandung, menjelaskan bahwa workshop PBD ini merupakan program baru dari Kemendikbudristek yang saat itu masih berada pada tahap sosialisasi. Workshop ini merupakan langkah awal dalam menerapkan program PBD untuk Raport Pendidikan. Dalam konteks ini, PBD diharapkan dapat memberikan data yang akurat dan terukur sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan sekolah.

Bapak Asep Suparman, S.Pi, M.Pd selaku Kepala SMK Negeri 1 RL menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BBPPMPV BMTI Bandung dan Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu atas penetapan SMK Negeri 1 Rejang Lebong sebagai tuan rumah Pusat Belajar PBD SMK se-provinsi Bengkulu. Hal ini menunjukkan kepercayaan dari pihak terkait terhadap sekolah mereka dalam menyelenggarakan kegiatan belajar dan meningkatkan kapasitas pendidikan di wilayah tersebut.

Workshop PBD ini memberikan peluang bagi seluruh peserta untuk mengembangkan kemampuan dalam mengelola data dan informasi pendidikan secara efektif dan efisien. Dengan PBD, sekolah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mengidentifikasi potensi dan tantangan pendidikan, serta mengarahkan program-program unggulan sesuai dengan kebutuhan siswa dan potensi daerah. Kemampuan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif dan relevan dengan realitas lokal.

Sebagai pusat belajar PBD, SMK Negeri 1 Rejang Lebong memiliki tanggung jawab yang besar dalam menyediakan sumber daya dan dukungan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Bengkulu. Semua ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dalam workshop ini diharapkan akan diimplementasikan secara maksimal untuk menghasilkan perubahan nyata dalam pendidikan di masing-masing sekolah.

Keterlibatan pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menginisiasi kegiatan ini juga menunjukkan komitmen mereka untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut. Dukungan dari pemerintah sangat penting dalam memastikan keberlanjutan program PBD ini dan menyediakan akses yang lebih luas bagi sekolah-sekolah di provinsi Bengkulu untuk terlibat dalam perencanaan berbasis data.

Dengan adanya Pusat Belajar PBD di SMK Negeri 1 Rejang Lebong, diharapkan potensi-potensi pendidikan di Provinsi Bengkulu dapat lebih optimal dan berdampak positif bagi pertumbuhan generasi muda. Melalui peningkatan kualitas pendidikan dan merancang program-program yang tepat, diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi para siswa untuk berkembang dan bersaing secara kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Semoga keberhasilan ini dapat memberikan inspirasi dan contoh bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia dalam menerapkan perencanaan berbasis data untuk mencapai pendidikan yang lebih berkualitas.


Komentar
Belum ada komentar

Tinggalkan Komentar